Kisah Nabi Musa Waktu Bayi Dihanyutkan di Sungai Penuh dengan Mukjizat

Bagaimana kisah Nabi Musa waktu bayi yang dihanyutkan di sungai? Cerita yang penuh keajaiban ini mengajarkan kita tentang keberanian,iman, dan keteguhan seorang ibu untuk melindungi anaknya. Dalam kisah ini memiliki pesan inspiratif yang dapat memjadi pelajaran hidup kedepannya.

Kisah Nabi Musa merupakan salah satu yang terkenal karena perjalanan hidupnya penuh mukjizat dan cobaan. kisah menabjukan yang  menginpirasi banyak orang adalah saat Nabi Musa masih bayi dihanyutkan di Sungai Nil oleh ibunya untuk menyelamatkannya dari ancaman pembunuhan Firaun. Bagaimana untuk kisah selanjutnya? Simak di bawah ini.

Bagaimana Kisah Nabi Musa Waktu Bayi yang Dihanyutkan di Sungai?

Dalam kisahnya, Firaun pada masa itu masih berkuasa dan dianggap sebagai Tuhan. Namun, di suatu malam dalam tidurnya Firaun bermimpi datang api dari Baitul Muqaddas yang membakar seluryh rumah di Mesir dan bangsa Qibthi, tetapi api tersebut tidak membahayakan bani Israil.

Firaun segera memanggil dukun dan meramalkan jika akan ada anak laki-laki yang dilahirkan dari kalangan bani Israil yang akan menghancurkan bangsa Mesir sehingga keluarlah perintah untuk membunuh semua bayi laki-laki. Pasukan dan aparat Firaun menggeledah dan memastikan tidak ada yang terlewat untuk dibunuh.

Namun, kehendak Allah SWT berkehendak lain, saat peristiwa itu berlangsung Musa baru saja dilahirkan. Ibu Musa memohon kepada bidan yang membantu persalinannya agar tidak melaporkan kepada Firaun. Meski memiliki perasaan gelisah ibu Musa tetap menyusui seperti biasa.

Perasaan tidak tenang selalu menghantui ibu Musa sehingga Allah SWT memberi ilham kepada ibu Musa untuk menyembunyikan bayinya dalam sebuah peti, kemudian menghayutkannya di Sungai Nil. Allah memberikan petunjuk pada ibu Musa untuk tidak bersedih dan cemas karena Allah menjamin akan mengembalikan bayinya.

Ibu Musa mantap untuk melakukan apa yang diperintahkan kepadanya melalui ilham dari Allah SWT. Selanjutnya, ibu Musa menyuruh kakak Nabi Musa untuk mengawasi dan mengikuti peti tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bersandar di mana dan siapa yang mengambilnya.

Sejauh peti bayi Musa terbawa arus sungai, ternyata sampai di tempat istri Firaun berada. Aisyah binti Muzahim mengambil peti itu kemudian memberitahukannya kepada Firaun mengenai bayi laki-laki tersebut. Namun, Firaun memerintahkan untuk membunuh bayi Musa. akan tetapi istri Firaun memintanya dan melindunginya, pada akhirnya Firaun menuruti istrinya.

Saat ingin memberikan makan dengan susu, bayi Nabi Musa tidak mau menyusu sehingga para pengawal mencari seorang ibu asuh. Kondisi ini dilihat oleh saudara perempuan Nabi Musa, selanjutnya ia segera memberitahukan pada pengawal jika ada ibu pengasuh dan membawanya menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah Nabi Musa diambil oleh ibunya dan diberikan susu. Mengetahui bayi Nasi Musa mau makan dan menyusu membuat istri Firaun merasa senang dan menjadikannya ibu pengasuh hingga tumbuh menjadi remaja.

Dari kisah Nabi Musa waktu bayi dihanyutkan di sungai merupakan kehendak Yang Mahakuasa. Dengan takdir ini Allah SWT keselamatan bayi Nabi Musa. Allah juga menganugerahkan hikmah (kenabian) dan pengetahuan saat Nabi Musa dewasa. Jadi dari kisah ini kita tahu jika perintah yang tak dapat ditolaknya dan memberikan sesuai dengannya. Apa saja yang bisa Moms ambil dari kisah ini?

Untuk mendapatkan informasi topik lainnya, Moms bisa datangi kami di website Baby CloudFoam Moms bisa mendapat berbagai produk menarik. Untuk panduan produk Moms dapat lihat di webside Go Shopping. Nah, untuk mendapakan informasi lebih lengkap Moms bisa menghubungi admin kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *