Keberhasilan Proses Program Bayi Tabung

Istilah bayi tabung tentu sudah tidak asing lagi di era modern ini. Kemajuan teknologi telah memberikan harapan pada setiap pasangan yang ingin memiliki anak sendiri, namun mengalami masalah kesuburan. Dalam program bayi tabung atau IVF (in-vitro fertilization) yang disampaikan oleh Dokter Luthfi bahwa berdasarkan penelitian, angka keberhasilannya sudah mencapai 30%-40%.

Peluang keberhasilan semakin tinggi seiring kemajuan teknologi. Meskipun, untuk melakukan proses program bayi tabung memerlukan beberapa tahapan penting, tetapi perkembangan teknologi dapat memberikan dukungan yang optimal. Bunda bisa menemukan informasi lengkap secara mendalam tentang apa itu program bayi tabung atau IVF dan tahapan pentingnya, simak di artikel ini.

Mengenal Program Bayi Tabung                                           

Secara umumnya, bayi tabung dikenal sebagai metode bantu untuk mendapatkan bayi dari sel telur dan sperma yang dilakukan dalam laboratorium sehingga bisa melakukan pembuahan. Biasanya kondisi ini dilakukan karena adanya permasalahan kesuburan.

Kondisi ini juga disebut infertilitas, yaitu gangguan medis yang menggambarkan pasangan suami istri yang sulit untuk mendapatkan kehamilan kembali. Kondisi ini juga memberikan pengaruh terhadap emosional pria maupun wanita.

Sebelum melakukan bayi tabung pahami terlebih dahulu yang menyebabkan terjadinya infertilitas dan cara mengatasinya. Selanjutnya perlu keberhasil untuk memahami proses program bayi tabung ini sebelum memutuskan untuk menggunakan metode tersebut.

Dalam program bayi tabung atau IVF, jika embrio sudah terbentuk akan ditanamkan kembali pada rahim wanita agar berkembang menjadi janin dan menjalani kehamilan biasa. Setelah embrio ditanamkan kembali, Bunda perlu untuk menjalankan gaya hidup sehat selama masa tunggu.

Baca juga: 10 Rekomendasi Bantal Anti Peyang Terbaik untuk Si Kecil

Proses Program Bayi Tabung

Sederhananya, bayi tabung dikatakan sebagai pengobatan yang paling tepat untuk mengatasi masalah kesulitan hamil. Nah, untuk mengulik program bayi tabung lebih dalam Bunda perlu mengetahui prosesnya sebagai tahapan penting yang memerlukan pengawasan medis. Berikut tahapan proses yang utama.

1.      Induksi Ovulasi

Induksi ovulasi, yaitu pemberian hormon sintetis dan obat-obatan. Mulai dari FSH (Follicle-stimulating homone), LH (luteinizing hormone, atau mengkobinasikan keduanya guna merangsang ovarium (indung telur), HCG (human chorionic gonadotropin) yang diberikan 8014 hari setelah menyuntikan perangsang ovarium.

Selanjutnya, akan diberikan obat untuk menekan ovulasi prematur guna mencegah sel telur tidak telalu cepat lepas dari indung telur, pemberian hormon progesteron sintetik yang diberikan saat hari pengambilan sel telur guna mempersiapkan dinding rahim sebagai tempat menempelkan embrio.

2.      Pengambilan Telur

Untuk proses pengambilan telur akan dilakukan dalam waktu 34-36 jam setelah diberikan suntikan hormon terakhir dan sebelum ovulasi. Sebelum proses dilakukan pasiaen akan diberikan suntikan penenang dan antinyeri terlebih dahulu untuk memgurangi rasa sakit yang muncul selama proses pengambilan.

Pada tahapannya sel telur akan diambil dari rahim menggunakan jarum kecil sesuai panduan USG transvaginal dan beberapa sel telur disedot melalui jarum kurang lebih 20 menit, untuk telur yang sudah matang akan disimpan dalam wadah inkubasi kemudian diberikan cairan khusus guna dibuahi sperma.

3.      Pembuahan

Pembuahan dari sel telur di inkubator dan sperma yang sudah diambil dari suami akan disatukan. Sperma juga bisa disuntikan langsung ke sel telur jika diperlukan. Kedua cara itu dilakukan agar dapat terbentuk embrio.

4.      Transfer Embrio

Setelah proses pembuahan berhasil, dokter akan memeriksa terlebih dahulu embrio apakah ada kelainan kromosom atau penyakit. Pada proses transfer embrio akan diberikan bius ringan untuk meredakan nyeri, memasukan kateter ke rahim melalui vagina, dan menyuntikan satu atau beberapa embrio ke rahim melalui keteter.

Proses keberhasilan embrio tertanam di dinding rahim dilihat dalam waktu 6-10 hari setelah ditransfer. Namun, perlu Bunda ingat juga kondisi calon ibu tidak sehat dokter akan memberikan saya saran untuk membekukannya.

Selama proses program bayi tabung setiap pasangan disarankan untuk menjalankan hidup sehat agar implantasi embrio pada rahim dapat berjalan sukses. Bunda juga bisa memasukan asam folat sebagai menu harian dan hindari untuk melakukan olahraga yang memiliki intensitas tinggi, seperti aerobik dan berlari.

Untuk mendapatkan informasi topik lainnya, Moms bisa datangi kami di website Baby CloudFoam Moms bisa mendapat berbagai produk menarik. Untuk panduan produk Moms dapat lihat di webside Go Shopping.

Nah, untuk mendapakan informasi lebih lengkap Moms bisa menghubungi admin kami. Moms juga bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan bantal menyusui terbaik rekomendasi dari Baby CloudFoam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *