Batuk Rejan atau Pertusis Pada Bayi, Begini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Apa itu batuk rejan atau batuk pertusis pada bayi? Ibu baru harus mengenali kondisi ini karena dapat menyebabkan pernapasan bayi terganggu. Meski khawatir, tetapi Moms tetap harus tenang untuk mengatasinya. Pastikan memberikan penanganan yang tepat untuk melawan penyebab batuk ini. 

Batuk biasa ini akan diawali dengan kondisi batuk yang terus-menerus dan tarikan napas panjang sehingga sulit bernapas. Dalam artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian dan ciri batuk pertusis pada bayi. 

Pengertian Batuk Rejan atau Batuk Pertusis Pada Bayi 

Batuk rejan atau pertusis adalah batuk yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi paru-paru dan saluran pernapasan. Biasanya jenis bakteri yang menyebabkan batuk rejan adalah Bordetella pertussis . 

Batuk rejan pada anak tentu membuat orang tua khawatir karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang cukup parah pada bayi. Maka, perlu adanya tindakan medis khusus dengan memakai alat bantu pernapasan dan obat untuk mengendalikan tekanan darah. 

Gejala umum yang muncul pada batuk rejan atau pertusis akan terlihat dalam 7-21 hari setelah bakteri pertusis masuk ke saluran pernapasan. Ada tiga tahap gejala, bersin-bersin hingga demam, batuk bertambah parah berlangsung sekitar 2-4 minggu bahkan lebih, dan pada tahap ketiga batuk akan semakin keras. 

Pada tahapan ini, jika mengalami batuk ekstrem dapat menyebabkan mual dan terlihat sangat lelah. Meskipun setelahnya si kecil akan terlihat cukup baik. Namun, kondisinya akan memburuk dalam beberapa minggu jika dibiarkan begitu saja. 

Ciri Batuk Pertusis Pada Bayi 

Ciri batuk rejan atau pertusis pada bayi biasanya akan batuk secara terus-menerus, bahkan mengalami kesulitan bernapas hingga kondisi bayi yang membiru. Disebut batuk rejan karena bernada tinggi set5elah batuk. 

Ciri batuk retan lainnya, si kecil akan mengalami batuk yang sangat hebat, terlihat kelelahan setelah batuk, mengalami jeda saat bernapas, hingga mual dan muntah setelah batuk. Jika kondisinya semakin parah, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Penyebab Batuk Pertusis pada Bayi 

Untuk penyebab batuk rejan pada bayi tentu berbeda-beda. Batuk ini sering terjadi akibat bakteri Bordetella pertusis yang menyerang saluran pernapasan. Bakteri ini dapat menular melalui percikan air liur dari penderita atau menyentuh benda-benda yang terkontaminasi pada permukaannya. 

Biasanya bakteri yang masuk ke dalam tubuh akan melepaskan zat beracun yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan infeksi atau peradangan pada tubuh bayi. Penyebab lainnya adalah riwayat asma, obesitas, dan hamil. 

Cara Mengobati Batuk Pertusis pada Bayi 

Cara mengobati batuk pada bayi Moms bisa menggunakan obat antibiotik yang sudah di resepkan oleh dokter mengingat kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menular.   

Ibu juga perlu menyesuaikan porsi makan si kecil dengan porsi yang lebih kecil, tetapi sering. Pastikan Ibu juga mencukupi kebutuhan cairan tubuh bayi agar terhindar dari dehidrasi. Wajib untuk selalu menjaga kebersihan secara rutin. 

Moms juga bisa membiasakan si kecil untuk menggunakan diffuser yang aman dan sejuk guna membantu meredakan lendir dan batuk. Ibu memberikan asupan makanan dan minuman yang dapat mencegah dehidrasi seperti jus, sup, dan buah-buahan. 

Untuk mengatasi batuk pertusis pada bayi tidak hanya dari pemberian obat-obatan saja, tetapi Moms juga perlu memperhatikan pola makan dan kebersihannya. Jika muncul gejala batuk rejan atau pertusis yang ekstrim pada bayi, segera konsultasikan dengan dokter anak. 

Temukan informasi lainnya hanya di situs web  Baby CloudFoam.  Ibu juga bisa mendapat berbagai produk perlengkapan bayi yang menarik di  Go Shopping . Nah, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan panduan pembeliannya Moms bisa menghubungi  admin  kami.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *