cara menghilangkan bintik merah pada bayi

Inilah Penyebab dan Cara Menghilangkan Bintik Merah pada Bayi

Bayi yang masih berusia 3 tahun sangat rentan sekali mengalami bintik merah pada kulitnya karena bayi memiliki kulit yang sensitif. Maka dari itu sebagai orang tuan penting sekali Anda mengetahui cara menghilangkan bintik merah pada bayi.

Perlu Bunda ketahui juga bahwa ada banyak sekali jenis bintik merah yang sering dialami para bayi. Sehingga cara menghilangkannya harus sesuai dengan jenisnya.

Selain itu ketahui juga penyebab bintik merah pada bayi sesuai dengan jenis bintik tersebut. Biasanya penyebab bintik merah pada kulit bayi bisa karena hal yang tidak begitu mengkhawatirkan seperti biang keringat tapi juga bisa menjadi tanda penyakit serius seperti meningitis.

Oleh karena itu, Bunda harus mencari tahu penyebab supaya buah hati mendapat penanganan yang tepat dan segera.

Nah, berikut ini beberapa penyebab bintik merah pada bayi dan cara mengobatinya agar cepat sembuh dan hilang.

Jenis bintik merah pada bayi dan cara mengatasinya

cara mengatasi bintik merah pada bayi

Dikutip dari The Bump. “Bintik merah terjadi ketika bayi memiliki penyakit virus tertentu dan mungkin berhubungan dengan demam atau gejala lain,” kata Anna Bender, seorang dokter kulit anak di Weill Cornell Medicine.

Berikut ini beberapa penyebab umum bintik bayi pada bayi yang sering dialami si kecil.

Baca juga : Rekomendasi kado untuk bayi yang bermanfaat dan antimainstream

Jerawat pada bayi

cara mengatasi jerawat bayi

Pada usianya sekitar 2-4 minggu setelah lahir biasanya bintik merah akan mulai bermunculan pada kulit bayi. Biasanya jerawat pada bayi seperti ini bisa muncul di pipi, hidung, atau dahi.

Dan sampai sekarang ini penyebab jerawat pada bayi belum diketahui.

Tapi bunda tidak perlu khawatir karena jerawat yang bermunculan tersebut dapat hilang dengan sendirinya setelah bayi berusia 3 hingga 4 bulan. Jerawat yang menyerupai bintik merah pada bayi ini tidak terasa sakit atau nyeri.

Yang harus bunda perhatikan ketika mengobati jerawat pada bayi yaitu jangan sampai gunakan produk jerawat untuk kulit dewasa pada bayi karena kulit bayi masih sangat sensitif, jika penggunaan sembarang produk bisa menyebabkan iritasi.

Ada beberapa gejala jerawat pada bayi, diantaranya:

  • Jerawat bayi biasanya terlihat seperti berkelompok dan komedo putih.
  • Biasanya berkembang di pipi, hidung, dahi, belakang telinga dan kulit kepala.
  • Jerawat bayi bisa bertahan hingga tiga hingga empat bulan.

Biang keringat

Penyebab terjadinya biang keringat pada bayi biasanya disebabkan karena keringat tidak bisa keluar dari kulit akibat tersumbatnya pori-porinya. Hal ini biasanya terjadi pada leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan pangkal paha.

Selain itu biang keringat juga bisa disebabkan karena cuaca yang sedang panas. Sehingga, untuk mengatasinya bisa kenakan si Kecil pakaian yang longgar dan berbahan dingin.

Ada banyak sekali obat biang keringat untuk bayi seperti salep dan krim, dengancatatan harus tetap dengan resep dari dokter.

Baca juga : Manfaat minyak zaitun untuk kesehatan bayi yang harus diketahui

Ruam popok

cara mengatasi ruam popok

Jenis bintik merah yang satu ini terjadi pada sektaran kulit pantat si kecil. Selain pada bagian pantat, ruam popok juga bisa muncul pada kulit alat kelamin dan pangkal paha bayi.

Ruam popok yang terjadi pada bayi umumnya di sebabkan karena pada area tersebut lembam terus-menerus akibat penggunaan popok basah oleh feses dan urine.

Selain basah karena feses dan urine, bintik merah pada kulit bayi juga bisa saja terjadi karena sensitivitas terhadap kotoran dalam popok. Jika popok yang kotor jarang diganti, kulit akan semakin lembap dan iritasi.

Jadi jangan sampai Bunda teledor dan lupa untuk mengganti popok si kecil, karena bisa saja membuat bintik merah tersebut semakin parah dan membuat si kecil menjadi rewel.

Selain ruam popok, sebenarnya ada banyak sekali jenis ruam yang bisa dialami bayi, seperti ruam air liur dan ruam kulit. Tetapi yang paling sering terjadi pada bayi biasanya ruam popok.

Ada beberapa gejala terjadinya ruam popok ini, seperti:

  • Bintik merah muncul di bagian bokong bayi.
  • Kulit tampak bengkak dan hangat. Dalam beberapa kasus, kulit bayi mungkin sedikit terangkat dan terasa hangat saat disentuh.

Cara menghilangkan ruam popok pada bayi

Ruam popok bisa sembuh dengan sendirinya dengan seringnya mengganti popok dan menggunakan krim yang dijual bebas, dengan kandungan zinc oxide.

Kandungan zinc oxide tersebut berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah gesekan dan iritasi di area popok.

Selain itu Bunda juga harus selalu memastikan kulit pantat dan sekitaran kelamin si bayi benar-benar kering sebelum mengenakan popok. Kemudian pilihlah popok yang cocok dengan kulit bayi dan seringlah menggantinya saat sudah basah.

Selain karena lembabnya pada bagian tersebut, ruam popok pada bayi ini juga disebabkan oleh jamur yang hidup di kulit. Gejalanya, seperti bintik berwarna merah muda dan biasanya muncul di lipatan kulit bayi.

Cara mengatasi ruam pada bayi yang seperti ini yaitu dengan mengoleskan krim antijamur topikal beberapa kali dalam sehari.

Baca juga : Inilah alasan kenapa bayi tersenyum saat tidur

Meningitis

cara mengatasi Meningitis pada bayi

Meningitis merupakan salah satu jenis bintik merah pada kulit yang sebenarnya harus diwaspadai setiap para bunda agar penyakit ini tidak terjadi pada si kecil.

Meningitis adalah sebuah peradangan yang terjadi pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Ada beberapa gejala meningitis pada bayi, di antaranya demam tinggi, lebih rewel, tidak mau menyusu atau kehilangan nafsu makan, terlihat lesu, muntah-muntah, dan ubun-ubunnya terlihat membengkak.

Apabila bayi Bunda mengalami beberapa gejala diatas sebaiknya segera dibawa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat karena penyakit ini sangat berbahaya.

Jika kondisi seperti ini tidak segera ditangani, maka akan berakibat sangat fatal bagi bayi.

Selain itu jika penanganan meningitis telat, maka akan bisa meningkatkan risiko kerusakan otak atau bahkan kematian.

Ada beberapa gejala yang bisa Bunda temukan jika si kecil mengalami meningitis, diantaranya sebagai berikut:

  • Muntah. Gejala ini lebih sering terjadi pada bayi bersamaan dengan hilangnya nafsu makan dan mudah tersinggung.
  • Demam tinggi. Ukur suhu tubuh bayi karena demam tinggi adalah tanda klasik meningitis.
  • Bintik merah mudah atau merah di seluruh tubuh atau ruam ungu seperti memar kecil atau kapiler pecah di kulit, dan ruam merah yang gatal.
  • Lesu. Jika bayi kurang aktif dari biasanya, itu bisa jadi sinyal meningitis.

Meningitis yang disebabkan virus biasanya hilang dengan sendirinya dalam 7-10 hari, namun meningitis yang disebabkan bakteri membutuhkan perhatian medis segera. Maka dari itu harus segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Biasanya antibiotik diberikan untuk mengatasinya. Namun untuk kasus yang lebih serius dibutuhkan rawat inap.

Eksim

Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa 60 persen bayi mengalami eksim pada tahun pertama kehidupannya.

Padaa umumnya eksim merupakan sebuah bintik merah dan kering yang kronis pada kulit bayi. Penyakit ini sangat sering sekali dialami hampir setiap bayi.

Dengan muculnya bintik merah eksim ini si kecil akan merasa panas dan gatal. Sehingga kadang bayi terlalu banyak menggaruk bisa menyebabkan pendarahan dan mengganggu tidurnya.

Jika tidak segera diobati sangat mungkin terjadi infeksi pada kulit akibat garukan si kecil. Bisa saja menyebabkan keropeng, dan bintik-bintik kulit keluar.

Ada beberapa gejala eksim pada kulit bayi, diantaranya:

  • Bintik merah gelap dan bersisik menandakan eksim parah, yang biasanya disertai dengan gejala memburuk dan rasa gatal hebat di seluruh tubuh
  • Bintik merah kering menandakan eksim ringan
  • Semakin parah eksim, semakin gatal bintik merahnya.
  • Bintik merah muda kering dan bersisik menandakan eksim sedang

Cara mengatasi eksim pada kulit bayi

Untuk mengatasi penyakit eksim pada kulit bayi ini hanya cukup menjaga kulit bayi agar tetap lembab, sembari mengoleskan krim kental setiap hari untuk mencegah munculnya eksim.

Untuk kasus ringan bisa diobati dengan pelembap, sedangkan eksim sedang memerlukan krim atau salep kortison, dan eksim parah bisa diobati dengan produk yang dijual bebas.

Nah itulah tadi beberapa jenis dan cara menghilangkan bintik merah pada kulit bayi.

Jadi pada intinya sebenarnya ada beberapa ruam atau bintik merah pada kulit bayi memang bukan penyakit berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan serius.

Jika terjadi beberapa gejala yang mengarah akan munculnya bintik merah pada kulit bayi sebaiknya segera diperiksakan ke dokter terdekat Anda. Semoga bermanfaat 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *