cara menghitung HPL

Beginilah! Cara Menghitung HPL (Hari Perkiraan Lahir)

Kelahiran si kecil merupakan suatu momen yang sangat ditunggu-tunggu bagi setiap orang tua. Apalagi jika bayi tersebut merupakan anak pertama, pastinya kita sebagai orang tua menantikan kehadirannya. Untuk mengetahui kapan si kecil lahir, bunda haru tahu cara mengitung HPL (hari perkiraan lahir).

Mengetahui tanggal bersalin ternyata penting juga loh bund. Ketika bunda sudah mengetahui hari perkiraan lahir (HPL) bayi yang ada di kandungan, bunda bisa merencanakan persiapan menyambut kelahiran buah hati seperti perlengkapan bayi baru lahir dan sebagainya.

Mengetahui HPL bayi juga merupakan salah satu cara mengitung usia kehamilan.

Nah, sebenarnya ada beberapa cara untuk mengetahui HPL si kecil. Menghitung hari perkiraan lahir si kecil bisa saja dilakukan sendiri atau dengan bantuan dokter.

Nah, di kesempatan kali ini ada tips agar bisa mengetahui hari perkiraan lahir bayi yang bisa bunda praktekkan.

Lantas, bagaimana cara mengetahui perkiraan si kecil lahir bund? Tenang bun, berikut ini cara mengetahui HPL (hari perkiraan lahir)

Cara menghitung HPL dari pertama haid terakhir

kalkulator mengitung hpl

Pada umumnya, masa kehamilan kurang lebih berlangsung selama 17-42 minggu atau rata-rata sekitar 280 hari (40 minggu) jika dihitung dari hari pertama pada menstruasi terakhir.

Hari pertama haid terakhir (HPHT) adalah hari pertama siklus menstruasi. Sedangkan untuk ovulasi terjadi sekitar 2 minggu setelah masa ini terjadi. Jika pada masa haid tersebut sperma bertemu sel telur dan terjadi pembuahan, maka saat itulah kehamilan dimulai.

Lebih tepatnya untuk mengetahui kira-kira kapan sang buah hari akan lahir, bunda bisa menghitungnya dengan kalkulator kehamilan, yaitu dengan menggunakan rumus Naegele dan rumus Parikh.

Berikut penjelasan lebih detailnya.

Cara menghitung HPL dengan rumus Naegele

Franz Karl Naegele merupakan seorang dokter yang terkenal di Jerman sekitar pada abad 19 yang menemukan rumus Naegele. Makanya rumus cara menghitung HPL dinamakan rumus Naegele, yang diambil dari penemunya.

Berikut ini cara mengetahui HPL jika dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT) menggunakan rumus Naegele:

cara menghitung hpl dengan rumus naegele

Rumus pertama digunakan jika HPHT ada di bulan Januari sampai Maret. Misalnya, HPHT Anda adalah 21 Januari 2018, maka perkiraan tanggal persalinan Anda adalah:

Tahun: tetap 2018

Bulan: 1+9 = 10

Hari: 21+7= 28

Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 28 Oktober 2018.

Rumus kedua digunakan jika HPHT ada di bulan April sampai Desember. Jadi, jika hari pertama haid terakhir Anda adalah 1 Mei 2018 maka perkiraan tanggal persalinan Anda adalah:

Tahun: 2018+1= 2019

Bulan: 5-3=2

Hari: 1+7= 8

Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 8 Februari 2019.

Baca juga : Waspada ! 11 Kesalahan wanita saat hamil yang sering dialami

Cara menghitung HPL dengan rumus Parikh

Dalam praktiknya, pada saat itu rumus Naegele masih kurang akurat dan ada beberapa kelemahannya. Rumus tersebut hanya bisa diterapkan pada wanita dengan siklus menstruasi 28 hari.

Lantas bagaimana dengan wanita yang siklus menstruasi kurang atau lebih dari 28 hari? Setelah masalah tersebut ada maka muncul lah rumus Parikh. Cara penghitungannya dengan menghitung saat terjadinya ovulasi, yaitu lama siklus menstruasi dikurangi 14 hari.

cara menghitung hpl dengan rumus parikh

Misalnya, HPHT pada tanggal 1 Januari 2021. Jika siklus menstruasi 28 hari, maka setelah dihitung dengan rumus Naegele, HPL-nya adalah 8 Oktober 2021. Namun jika siklus menstruasi ternyata adalah 35 hari, maka dengan rumus Parikh, tanggal persalinannya menjadi: HPHT + 9 bulan + (35-21) hari = 15 Oktober 2021.

Apakah hasilnya akurat ?

Perlu bunda ketahui, bagwa perhitungan dengan menggunakan kedua rumus diatas atau kalkulator hanyalah sekedar perkiraan saja. Dan masih ada kemungkinan sang buah hari bisa lahir lebih cepat dari tanggal hasih perhitungan dengan rumus atau bisa juga lebih lama.

Selain otu jika dirasa menghitung HPL dengan rumus terlalu rumit, masih ada pemeriksaan USG untuk menunjang dan mengonfirmasi hasil perhitungan dengan rumus.

Nah, dari hasoil pemeriksaan USG tersebut bisa diketahui lebih jelas perkembangan sang buah hatidalam kandungan dari waktu ke waktu hingga genap usia untuk lahir.

Cara menghitung HPL di dokter

cara menghitung hpl dari hpht

Jika menghitung HPL dengan rumus diatas mungkin bunda lupa kapan tepatnya hari pertama haid terakhir. Tetapi bunda tidak perlu khawatir tentang hal itu.

Sebenarnya ada cara lain yang bisa bunda gunakan untuk menghitung HPL kelahiran sang buah hati. Lebih baik bunda konsutasi ke dokter untuk menjalani USG (ultrasonografi) supaya tahu berapa usia kehamilan Anda saat ini.

Menghitung HPL dengan USG

Ternyata banyak sekali loh bund diluar sana yang tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil. Makanya melakukan USG sangatlah penting juga bund untuk mengetahui umur kehamilan.

Dengan melalukan USG ini bunda bisa lebih mengetahui tanggal persalinan lebih akurat jika dibandingkan dengan menghitung HPL menggunakan rumus diatas.

Perlu bunda ketahui juga bahwa menghitung HPL dengan USG sebenarnya tidak dianjurkan jika bunda pernah mengalami keguguran atau komplikasi kehamilan yang dalam pemeriksaan fisik sebelumnya sudah dinyatakan bisa memengaruhi hari perkiraan lahir bayi.

Pada umumnya dokter akan menyarankan cari tahu HPL lewat USG hanya jika siklus haid Anda normal. Dokter umumnya juga meragukan USG sebagai cara untuk menghitung HPL apabila ibu hamil sudah berusia 35 tahun atau lebih.

Ketinggian fundus uteri

cara menghitung hpl melalui ketinggian fundus uteri

Cara menghitung HPL selanjutnya yaitu dengan melalui ketinggian fundus uteri. Fundus wanita lokasinya berada dari tulang panggul sampai ke bagian atas rahim Anda.

Setiap bunda periksa rutin kehamilan, dokter bisa menentukan hari perkiraan lahir dari ketinggian fundus. Nah, semakin tua usia kehamilan, umumnya fundus akan semakin kecil jaraknya.

Baca juga : Cara menyusui bayi baru lahir dan posisi yang benar

Cara menghitung HPL dengan menghitung detak jantung

Pada umumnya gerakan janin mulai bisa dirasakan pada usia antara 18-22 minggu. Akan tetapi ini tidak bisa menjadi patokan, bisa juga lebih awal tapi bisa juga lebih lambat. Dengan menggunakan cara tersebut, dokter bisa menentukan hari perkiraan lahir bayi Anda tanpa menghitung secara manual.

Nah, ternyata bisa juga menghitung HPL dengan menetahui detak jantung bayi pertama kali terdengar. Hal ini biasanya muncul pada sekitar minggu ke-9 atau 10 (meski bisa bervariasi) dan ketika ibu pertama kali merasakan gerakan janin.

Itulah tadi bun beberapa cara menghitung HPL kelahiran. Jika bunda masih bingung, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung ke dokter kandungan yang terpercaya.

Selain bisa mengetahui kapan si kecil akan lahir, jika pergi ke dokter kandungan bunda bisa konsultasi sepuasnya sampai benar-benar jelas dan juga mendapatkan tips persalinan.

Semoga bisa bermanfaat ya bund

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *