Cegah Masalah Kesehatan Bayi

10 Strategi Jitu Cegah Masalah Kesehatan Saat Bayi Tidur

Tidur yang nyaman dan nyenyak merupakan salah satu faktor utama yang paling berpengaruh dalam tumbuh kembang bayi yang optimal. Tidak jarang para orang tua pemula, khususnya Sang Bunda merasa cemas dan khawatir akan berbagai kemungkinan masalah kesehatan yang menimpa saat si kecil tidur.

10 Tips Efektif Cegah Masalah Kesehatan Bayi

Tenang saja, Bund ! Sebagai berikut, inilah 10 rekomendasi tips sederhana namun efektif yang bisa Moms terapkan untuk mencegah masalah kesehatan bayi yang baru lahir.

1. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Ideal

Merasakan suasana yang nyaman dan aman adalah ciri lingkungan tidur bayi yang ideal. Oleh sebab itulah menjadi bagian faktor terpenting. Bunda harus selalu cek dan menjamin suhu kamar bayi berada di angka yang cukup sekitar 20 – 22 derajat Celcius, sebab suhu yang lebih dingin atau panas dapat menyebabkan bayi tidak nyaman dan selalu gelisah.

Untuk menentukan situasi aman dan nyaman bagi bayi, Bunda perlu memperhatikan bahan pakaian lembut dan cocok dengan jenis kulit bayi, mengecek kebersihan tempat tidur dengan ganti sprei, selalu menjaga bantal guling dalam kondisi steril setiap saat, serta yang terakhir jangan biarkan gunakan bantal terlalu empuk atau selimut terlalu besar sampai menutupi wajah bayi.

2. Posisi Tidur yang Aman

Dipublikasikan dari American Academy of Pediatrics, bahwa posisi tidur bayi sebaiknya dalam keadaan terlentang di atas permukaan tempat tidur yang keras dan datar, misalnya kasur bayi tanpa diserta bantal, guling, ataupun mainan yang berada di sekitarnya. Cara ini dipercaya secara ilmiah dapat mencegah kemungkinan resiko kepala peyang.

Selain itu, posisi tidur terlentang dapat meminimalisir resiko kepala peyang pada bayi hampir sebanyak 50 persen. Posisi ini tentunya membantu sekali untuk menjaga jalan napas bayi selalu terbuka dan mencegah terjadinya masalah pernapasan akut.

3. Asupan Nutrisi yang Cukup

Asupan nutrisi yang terbaik, adalah pondasi penting yang berdampak pada kesehatan bayi. Pemberian rutin Air Susu Ibu Eksklusif terutama bayi 0 – 6 bulan tentunya direkomendasikan sekali agar kandungan nutrisi yang diperlukan bisa terpenuhi demi tercapai tumbuh kembang sang bayi secara optimal.

Untuk memenuhi asupan nutrisi tersebut, Bunda bisa memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) seperti misalnya sayuran, buah-buahan, pangan kaya protein, biji-bijian, dan pemberian cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi, yang bisa berdampak pada gangguan tidur bagi si bayi.

4. Rutin Konsultasi dengan Dokter Anak

Bayi sering rewel atau jatuh sakit tanpa sebab ? Pastikan Bunda tidak perlu ragu untuk berkunjung ke dokter anak untuk pemeriksaan rutin. Hal itu sangat berguna untuk mendeteksi dan mengantisipasi masalah kesehatan bayi yang akan terjadi sejak dini, sehingga mempersiapkan proteksi sebelum kemungkinan buruk terjadi.

Namun, disarankan Bunda dapat berkonsultasi ke dokter jika bayi menunjukkan tanda-tanda atau gejala problematika kesehatan yang tidak wajar.

5. Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan begitu penting sekali untuk dijauhi terkena penyakit yang membahaya, baik disebabkan kuman, bakteri, infeksi bahkan virus mematikan yang bisa saja tersebar di sekitar kita.

Untuk memulai langkah itu, bisa dimulai dengan mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok bayi, menyuapi makanan, bersentuhan atau kontak langsung dengan fisik bayi. Pastikan juga, rutin membersihkan perlengkapan barang-barang bayi dengan bersih dan steril.

6. Kelola Stres pada Bunda

Setiap manusia pasti pernah mengalami gejolak emosional, begitu juga yang terjadi pada Ibunda. Tingkat stres seorang ibu begitu tinggi, salah satunya karena tidak bisa membagi waktu istirahat dengan berat pekerjaan yang harus dilakukan, seperti mengurus anak, kegiatan rumah tangga, dan pekerjaan pribadi.

Hormon stres yang dialami seorang ibu ternyata berdampak sekali pada diri sang bayi, disebabkan hormon buruk yang dihasilkan dari ibu bisa tersalurkan melalui kualitas produksi air susu ibu, sehingga anak bisa lebih mudah semakin rewel.

Untuk mencegah kejadian agar tidak terulang kembali, Bunda bisa mencoba melakukan relaksasi diri sesuai selera seperti meditasi, yoga, jogging ringan, atau kegiatan olahraga yang ingin dinikmati.

Pastikan, Bunda tidak lupa meminta bantuan atau dukungan dari orang-orang terdekat seperti pasangan maupun keluarga untuk membagi waktu demi istirahat dan menjaga keseimbangan emosional.

7. Pilih Kasur dan Bantal yang Tepat

Menentukan kasur dan bantal yang tepat merupakan investasi kesehatan yang paling penting bagi sang bayi. Kasur yang terlalu empuk ataupun terlalu keras ternyata bisa menyebabkan gangguan tidur dan perkembangan tulang punggung bayi yang buruk.

Moms bisa memilih kasur yang tingkat keempukan relatif sedang, dan terbuat dari bahan yang aman untuk kulit si bayi, seperti katun organik. Selain itu, pastikan Bunda menghindari bantal biasa dan usahakan gunakan bantal khusus kesehatan bayi misalnya bantal terapi anti peyang untuk menjaga bentuk kepala bayi tetap simetris.

8. Pahami Fase Sleep Regression

Sleep Regression, merupakan fase bayi mengalami gangguan tidur secara mendadak dan sering terbangun di tengah malam. Fase ini bisa dikatakan normal sekali, memang kerap biasa terjadi pada usia 4, 8, dan 12 bulanan pada usia pertumbuhan bayi.

Untuk menghadapi fase seperti ini, orang tua perlu menjaga dan mengatur konsistensi waktu tidur secara rutin, seperti waktu tidur yang sama tiap malam. Kemudian, pastikan Bunda berikan kenyamanan ekstra seperti mendekap atau menyusui bayi agar ia merasa aman.

9. Kontrol Suhu Kamar yang Tepat

Selain itu, suhu kamar yang tidak terlalu panas atau dingin juga sangat penting untuk kenyamanan tidur bayi. Bunda dapat memasang thermometer ruangan di salah satu sudut ruangan untuk memastikan suhu ruangan ideal dan dapat menyesuaikan dengan badan bayi. Bahkan, Bunda juga harus mengatur suhu AC atau kecepatan angin agar tidak terkena langsung dengan tubuh sang bayi.

10. Batasi Paparan Cahaya

Anak bayi juga harus diproteksi dari paparan cahaya radiasi,  terutama yang berasal dari handphone dan sejenisnya. Radiasi cahaya biru (bluelight) yang ditimbulkan tenyata dapat mempengaruhi produksi hormon melatonin menjadi terganggu, karena berperan dalam mengatur waktu tidur.

Orang tua harus memastikan suasana ruangan dalam kondisi gelap dengan menggunakan tirai blackout, dapat meminimalisir penggunaan gadget dan jauhi lampu terlalu terang sebelum masuk waktu tidur bayi.

Dengan menerapkan 10 tips strategi yang sudah dijelaskan di atas ini, semoga Bunda tercerahkan dengan ilmu yang dipraktekan untuk meminimalisir resiko masalah kesehatan bayi baru lahir, dan pastinya terhindar dari berbagai penyakit.

Moms, tidur yang nyenyak sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Selain memberikan lingkungan tidur yang nyaman dan posisi tidur yang aman, Bunda juga bisa bantu mencegah bayi mengalami peyang dengan menggunakan bantal anti peyang dari Baby CloudFoam.

Bantal ini dirancang khusus untuk menjaga bentuk kepala bayi tetap bulat sempurna. Dengan bahan yang lembut dan hypoallergenic, bantal ini sangat aman digunakan untuk bayi Anda.

 

>>> Klaim Promo Hari Ini <<<

 

Dijamin Bunda dapat Bundling Bonus Barang plus Diskon Potongan Harga hanya untuk Pembelian Hari Ini secara Terbatas. Moms juga bisa pesan langsung via WhatsApp dengan Official Customer Service terbaik kami melalui klik di sini.

Referensi: 

  • American Academy of Pediatrics. (2016). “SIDS and Other Sleep-Related Infant Deaths: Updated 2016 Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment.” Pediatrics, 138(5), e20162938. https://doi.org/10.1542/peds.2016-2938
  • Moon, R. Y., & Task Force on Sudden Infant Death Syndrome. (2016). “SIDS and Other Sleep-Related Infant Deaths: Evidence Base for 2016 Updated Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment.” Pediatrics, 138(5), e20162940. https://doi.org/10.1542/peds.2016-2940
  • Tham, E. K. H., Schneider, N., & Broekman, B. F. P. (2017). “Infant sleep and its relation with cognition and growth: A narrative review.” Nature and Science of Sleep, 9, 135–149. https://doi.org/10.2147/NSS.S125992
  • Brown, M. A., & Hiscock, H. (2016). “Sleep and early childhood development.” Journal of Paediatrics and Child Health, 52(4), 338-344. https://doi.org/10.1111/jpc.13175
  • Murray, L., & Cooper, P. J. (2018). “Postpartum depression and child development.” Psychological Medicine, 48(5), 730-734. https://doi.org/10.1017/S0033291717002839

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *