Apakah DBD pada bayi 10 bulan berbahaya? Mengingat Indonesia adalah daerah tropis yang identik dengan musim hujan, tentu hal itu menjadi salah satu yang harus diwaspadai. DBD atau demam berdarah dapat terjadi jika digigit oleh nyamuk Aedes aegypti yang dapat menyebabkan demam tinggi hingga mengalami gangguan pencernaan.
DBD tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga pada bayi sehingga penting untuk menjaga kebersihan sekitar rumah. Lakukan beberapa cara pencegahan, seperti memasang kelambu pada tempat tidur si kecil dan menggunakan lotion antinyamuk khusus bayi.
Gejala DBD pada Bayi
Saat bayi terkena DBD ada beberapa gejala yang muncul, maka penting bagi Moms untuk memperhatikan hal tersebut. Biasanya gejala DBD akan muncul sekitar 10 hari setelah digigit. Berikut gejala bayi mengalami DBD yang perlu Moms ketahui.
- Bayi mulai demam tinggi selama 2-7 hari dengan suhu yang berbeda-beda, dari 39-41 derajat Celcius.
- Munculnya gangguan pencernaan yang disertai dengan mual, muntah, dan nyeri pada bagian perut.
- Bayi kehilangan nafsu makan secara drastis. Mereka tidak mau menyusu. Mulai muncul ruam pada kulit bayi.
- Bayi juga akan demam disertai dengan mimisan atau gusi yang berdarah.
- Adanya darah pada urine, muntah, dan pup bayi.
- Bayi akan mulai sering terlihat mengantuk dan mengalami sesak napas.
Jika kondisi ini muncul segera periksa ke dokter anak agar mendapatkan penanganan yang tepat, agar terhindari dari risiko yang lebih besar. Pastikan Moms selalu tenang dan tidak panik.
Penanganan Pertama DBD pada Bayi 10 Bulan
Bayi rentan dengan berbagai penyakit yang menular, tak terkecuali DBD. Maka, saat si kecil mengalami DBD Moms perlu segera memberikan pertolongan pertama untuk mengurangi risiko komplikasi. Berikut penanganan yang dapat diberikan pertama kali adalah:
1. Mengenali Gejalanya dengan Baik
Pastikan mengenali gejala DBD dengan baik seperti demam tinggi, muncul ruam berwarna merah muda, mengalami mimisan, hingga sakit perut. Beberapa kondisi tersebut akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan rewel.
2. Tetap Tenang
Pastikan orang tua tetap tenang agar tidak panik sehingga dapat menemukan solusi yang tepat. Dengan tetap tenang akan membuat bayi juga merasa lebih aman dan tidak terlalu rewel.
3. Mencari Bantuan Medis
Jika kondisi bayi semakin mengkhawatirkan dan demam tetap tidak turun, segera mencari bantuan medis. Hubungi tim medis terdekat agar si kecil mendapatkan penanganan yang tepat.
Memenuhi Cairan Tubuh Bayi Untuk menghindari dehidrasi karena DBD, Moms perlu untuk memenuhi kebutuhan cairannya secara seimbang. Pastikan untuk memberikan ASI atau susu formula dengan rutin. Moms juga bisa memberikan tambahan cairan seperti air putih dan MPASI yang memiliki kuah.
4. Mengawasi Suhu Tubuh Bayi
Periksa suhu tubuh bayi secara rutin. Dengan memeriksanya setiap hari Moms dapat mengetahui suhu badan bayi dengan baik dan dapat melakukan penanganan segera jika suhu tubuhnya tidak normal.
5. Memakaikan Pakaian yang Sesuai
Gunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi suhu tubuh bayi agar mereka merasa nyaman. Jika kondisi bayi masih demam, pastikan menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat atau tertutup untuk suhu panas keluar dari tubuh si kecil dengan mudah.
Bagaimana Cara Mengobati DBD pada Bayi 10 Bulan?
Untuk pengobatan DBD sampai sekarang belum memiliki pengobatan yang spesifik. Hal yang dapat dilakukan hingga saat ini adalah memberikan penanganan yang dapat mengurangi gejalanya dengan membantu melawan virus dengue dan melakukan penyembuhan secara alami. Berikut beberapa pengobatan untuk Bayi yang terkena DBD.
1. Memberikan Obat Penurun Demam
Moms bisa memberikan obat penurun demam yang sudah diresepkan oleh dokter. Pastikan untuk rutin memberikan obat pada si kecil agar membantu melemahkan virus dengue dalam tubuh bayi.
2. Mengoleskan Krim Antinyamuk
Moms perlu mengoleskan krim antinyamuk sebelum tidur, terutama pada malam hari. Gunakan dari tangan hingga ujung kaki. Untuk mendapatkan krim antinyamuk yang terbaik dan aman bagi kulit bayi, konsultasikan lebih dulu pada dokter anak.
3. Memastikan Kamar Bayi Cukup Cahaya
Memastikan ruangan tetap cukup cahaya, terutama pada kamar bayi. Dengan cahaya matahari yang cukup akan membuat udara dalam ruangan tidak lembab. Cara ini dapat membuat nyamuk tak datang lagi.
4. Memberikan Asupan Makanan Bergizi
Dengan memenuhi nutrisi si kecil dapat membantu cepat pulih. Moms perlu untuk memastikan jika makanan yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan tubuhnya. Selain memberikan ASI, Moms juga harus menyiapkan menu MPASI yang tepat.
Itulah beberapa gejala dan cara mengobati DBD pada bayi 10 hari. Jika bayi sudah mengalami demam yang cukup tinggi dan tidak turun-turun, sebaiknya segera bawa si kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Untuk informasi lainnya buka di website Baby CloudFoam dan temukan berbagai produk perlengkapan bayi yang nyaman di Go Shopping. Informasi mengenai cara pembelian chat admin kami.



