Kepala Peyang Bayi

Inilah 5 Tips Efektif Mencegah Kepala Peyang Bagi Anak Bayi

Sebagai orang tua pemula, tentu prioritas utamanya adalah berikan yang terbaik bagi sang buah hati. Salah satunya, melindungi sang bayi dari bentuk kepala yang tidak optimal, atau kondisi ini sering dikenal sebagai Flat Head Syndrom alias bayi kepala peyang.

Umumnya, kondisi ini kerapkali terjadi pada kebanyakan bayi, terutama yang sering tidur dengan kondisi yang salah dan terus berulang. Selanjutnya, kali ini Bunda perlu mengetahui penyebab, gejala, dan cara mengatasi kepala peyang pada bayi Moms agar dapat tumbuh sehat dan berkembang normal bahagia seperti orang lain pada umumnya.

Apa itu Kepala Peyang Bayi ?

Kepala Peyang (Flat Head Syndrom), atau diistilahkan dalam bahasa medis disebut Plagiocephaly, merupakan kondisi kepala bayi kelihatan datar di salah satu sisi atau bagian belakang. Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP), kondisi kepala ini selalu terjadi, disebabkan tekanan yang terus-menerus pada bagian sisi kepala tengkorak bayi tertentu yang masih melunak atau mudah dibentuk.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kelainan seperti ini, di antara lain ialah.

  1. Posisi Tidur yang Sama, karena alami tekanan berat sebelah pada bagian kepala.
  2. Tulang Tengkorak Lunak, karena misalnya terlahir prematur.
  3. Torticollis, kondisi gangguan otot leher bayi yang tegang, sehingga kelihatan miring ke samping.
  4. Berat Lahir Rendah, karena asupan gizi ibu dan bayi masih belum terpenuhi secara maksimal.
  5. Sindrom Medis Tertentu, seperti misalnya Sindrom Down dan sebagainya.
  6. Posisi Bayi dalam Kandungan, misalnya dalam keadaan sempit atau tidak normal sehingga menimbulkan tekanan tertentu pada kepala.

Gejala Flat Head Syndrome

Kenali gejala kepala peyang bayi sejak dini, merupakan langkah penting dan utama dalam pencegahan proteksi diri bagi si anak bayi. Pertanda kelainan ini, bisa dimulai seperti bentuk kepala atau wajah tidak simetris, telinganya tampak lebih maju pada sisi datar, dahi kelihatan menonjol pada sisi yang tidak terkena tekanan.

Mengapa Kepala Peyang Bayi Perlu Diwaspadai ?

Meskipun kondisi ini tidak berbahaya dan mematikan bagi perkembangan otak bayi ke depannya, sayangnya hal ini dapat mempengaruhi penampilan fisik, mental, dan kepercayaan diri bagi masa depan anak tersebut.

Beberapa kasus pernah terjadi diakibatkan kelainan seperti ini, kondisi ini bisa mempengaruhi dampak jangka panjang, misalnya kesulitan tidur yang nyaman, mengenakan helm atau kacamata.

Cara Mengatasi Kepala Peyang Pada Bayi

Untuk mengantisipasi kepala peyang terjadi bayi kesayangan Bunda, ada beberapa cara atau tips yang bisa dilakukan untuk tindakan pencegahan selanjutnya, sebagai berikut di bawah ini.

1. Variasikan Posisi Tidur

Biasakan Moms Bunda melatih ubah posisi tidur bayi miring ke kanan maupun ke kiri secara rutin, atau bahkan sesekali memposisikan bayi tengkurap saat sedang terbangun namun di bawah pengawasan orang tua.

2. Perbanyak Tummy Time

Lakukan rutin Tummy Time untuk melatih penguatan pada otot leher, bahu, dan punggung bayi, serta menghindari terjadinya tekanan terus-menerus pada bagian kepala bayi.

Bagi orang tua pemula,  aktivitas ini mungkin terdengar asing tetapi yang jelas, upaya menidurkan bayi dalam posisi tengkurap selama beberapa saat si bayi terjaga berfungsi untuk melatih kekuatan motorik, otot, dan penglihatan pada si bayi.

3. Gendong Bayi dengan Berbagai Posisi

Selanjutnya, Moms biasakan menggendong bayi dengan posisi yang berbeda-beda agar dapat membantu mengurangi tekanan pada satu sisi bagian kepala saja. Cobalah Bunda menggendong bayi di depan, di belakang, ataupun di samping sesuai selera kebutuhan.

4. Gunakan Bantal Bayi yang Tepat

Terakhir, Bunda harus cermat dan tepat dalam memilih bantal khusus bayi, sebab bahan material yang ada di dalamnya benar-benar dapat mempengaruhi bentuk kepala bayi.

Oleh sebab itu, pastikan Moms memilih dan menggunakan bantal bayi anti peyang agar dapat menjaga posisi kepala bayi tetap merata dan stabil seperti normal sediakala.

Pentingnya Memilih Bantal Bayi yang Tepat

Bantal Tidur Bayi yang tepat, merupakan solusi efektif dalam mengantisipasi kepala peyang (Flat Head Syndrome) terjadi pada bayi kesayangan Bunda.

Sebaiknya, Bunda memilih bantal merk terlaris dan terpercaya, dirancang khusus dengan desain ergonomis, menggunakan bahan isian kacang ijo pilihan, terbuat dari bahan katun bambu berkualitas tinggi dan super lembut, serta dengan pemijatan alamiah secara merata dan nyaman bagi kepala bayi.

Baby CloudFoam, merk Bantal Bayi Anti Peyang ternama, terlaris dan terbaik no. 1 seluruh Indonesia. Bantal pilihan tepat Bunda untuk mencegah kelainan Flat Head Syndrome dan menjaga kepala bayi tetap bulat serta sehat.

Selain itu, bantal bayi ajaib ini juga dilengkapi dengan fitur Baby Thermo Control yang memiliki daya serap keringat 4 kali lipat lebih besar dari merk lain, sehingga menjamin tidur bayi tetap nyaman dan bebas alergi iritasi.

 

>>> Klaim Promo Hari Ini <<<

 

Jangan biarkan kepala peyang mengganggu kehidupan bayi kesayangan Bunda di masa depan. Dapatkan Bundle Diskon Promo Bonus untuk setiap pembelian terbatas sekarang khusus hari ini saja. Bunda bisa juga pesan langsung via WhatsApp Official yang akan dilayani Customer Service ramah dan terbaik kami hanya klik di sini.

 

Referensi

  • Peitsch, W. K., Keefer, C. H., LaBrie, S., & Mulliken, J. B. (2002). Incidence of cranial asymmetry in healthy newborns. Pediatrics, 110(6), e72-e72. https://doi.org/10.1542/peds.110.6.e72
  • Hutchison, B. L., Hutchison, L. A., Thompson, J. M. D., & Mitchell, E. A. (2004). Plagiocephaly and brachycephaly in the first two years of life: a prospective cohort study. Pediatrics, 114(4), 970-980. https://doi.org/10.1542/peds.2003-0668-F
  • Laughlin, J., Luerssen, T. G., & Dias, M. S. (2011). Prevention and management of positional skull deformities in infants. Pediatrics, 128(6), 1236-1241. https://doi.org/10.1542/peds.2011-2220
  • Bialocerkowski, A. E., Vladusic, S. L., & Howell, S. M. (2005). Conservative interventions for positional plagiocephaly: A systematic review. Developmental Medicine & Child Neurology, 47(8), 563-570. https://doi.org/10.1017/S0012162205001105
  • Cappello, M., & Luzi, C. (2018). Prevention of positional cranial deformities in babies: A family-centered approach to early recognition and intervention. Journal of Pediatric Nursing, 42, e21-e28. https://doi.org/10.1016/j.pedn.2018.04.005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *