Hai Moms! Pernahkah Mama merasa bingung kenapa bayi masih rewel padahal sudah digendong ibunya? Tenang saja, Mama, itu adalah hal yang sangat wajar. Bayi memang sering menangis, dan melalui tangisan mereka berusaha berkomunikasi dengan kita.
Artikel ini menjelaskan berbagai alasan kenapa bayi masih rewel digendong ibunya, serta beberapa solusi yang bisa Mama coba agar si kecil lebih nyaman. Yuk, kita cari tahu penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya!
Kenapa Bayi Rewel Saat Digendong Ibunya?
Yuk, kita bongkar dan pelajari bersama apa saja penyebab utama kenapa bayi masih rewel padahal sudah digendong ibunya, sebagai berikut di bawah ini.
1. Rasa Tidak Aman Membuat Bayi Tetap Rewel
Moms, bayi yang baru lahir membutuhkan rasa aman yang mendalam, terutama dari sentuhan dan kehangatan Mama. Saat digendong, si kecil akan merasa seperti kembali berada di dalam rahim yang hangat dan terlindungi.
Namun, jika bayi masih rewel meski digendong, mungkin ia belum sepenuhnya merasa nyaman. Menurut sebuah penelitian dari American Academy of Pediatrics (AAP), gendongan memberikan bayi perlindungan emosional yang sangat penting untuk membantu perkembangan otak dan emosinya di masa awal kehidupan.
Solusinya, Mama bisa mencoba posisi gendong yang membuat bayi merasa lebih tenang, seperti posisi tegak dengan tubuhnya menempel pada dada Mama.
Jangan lupa, gerakan lembut seperti mengayun atau berjalan perlahan-lahan juga bisa membantu menenangkan si kecil. Sambil menggendong, Mama bisa berbicara lembut atau menyanyikan lagu untuk menciptakan suasana yang lebih menenangkan.
2. Sentuhan Mama yang Menenangkan
Bunda, sentuhan dari Mama adalah “obat” paling ampuh untuk bayi yang rewel. Sentuhan lembut pada kulit bayi memicu pelepasan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon cinta. Hormon ini membantu menenangkan bayi, mengurangi stres, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara Mama dan si kecil.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neonatal Nursing, juga menunjukkan bahwa kontak kulit-ke-kulit secara signifikan menurunkan tangisan bayi dan meningkatkan perasaan tenangnya.
Untuk memanfaatkan manfaat ini, cobalah menggendong bayi dalam posisi kontak kulit-ke-kulit, misalnya dengan meletakkan bayi langsung di dada Mama tanpa penghalang pakaian tebal.
Kehangatan tubuh Mama akan memberikan rasa nyaman bagi bayi. Selain itu, pijatan lembut di punggung atau lengan bayi juga bisa menjadi cara efektif untuk meredakan tangisannya.
3. Ketidaknyamanan Fisik Bisa Menjadi Pemicu
Tangisan bayi tidak selalu soal emosi, lho, Moms! Kadang, si kecil merasa tidak nyaman secara fisik, seperti lapar, mengantuk, atau mengalami gangguan pencernaan.
Bayi yang baru lahir memang belum mampu mengungkapkan kebutuhannya secara verbal, sehingga mereka menggunakan tangisan untuk memberi tahu Mama bahwa ada sesuatu yang mengganggu.
Sebagai contoh, bayi bisa merasa kembung karena gas dalam perut, popok yang basah, atau bahkan kelelahan setelah stimulasi yang terlalu banyak.
Untuk mengatasinya, pastikan Mama memeriksa kebutuhan dasar si kecil terlebih dahulu. Apakah ia lapar? Apakah popoknya perlu diganti?
Jika semua kebutuhan dasar sudah terpenuhi tetapi bayi masih menangis, cobalah membantu si kecil bersendawa setelah menyusu. Posisi gendong yang menegakkan tubuhnya dan tepukan lembut di punggung dapat membantu mengeluarkan udara yang terperangkap di perutnya.
4. Stimulasi Berlebih Membuat Bayi Tidak Nyaman
Mama, bayi yang baru lahir sebenarnya sangat sensitif terhadap lingkungan sekitar. Cahaya yang terlalu terang, suara yang bising, atau terlalu banyak aktivitas di sekitarnya bisa membuat bayi merasa kewalahan.
Kondisi ini dikenal sebagai overstimulasi. Ketika bayi mengalami overstimulasi, tangisan mereka sering kali sulit dihentikan meskipun sudah digendong.
Bayi butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan dunia luar setelah berada di lingkungan rahim yang tenang selama 9 bulan.
Solusinya, ciptakan suasana yang tenang di sekitar si kecil. Redupkan lampu kamar, jauhkan bayi dari suara bising, dan hindari terlalu sering berpindah tempat saat ia sedang lelah.
Beberapa bayi juga merasa lebih nyaman dengan suara white noise seperti suara kipas angin atau hujan. Suara ini membantu mereka merasa seperti berada di dalam rahim dan lebih cepat tenang.
5. Masalah Pencernaan Bisa Menjadi Faktor
Tangisan bayi yang sulit dihentikan juga sering disebabkan oleh masalah pencernaan, seperti kolik atau kembung. Bayi yang mengalami kolik biasanya akan menangis terus-menerus, terutama di malam hari, meskipun sudah digendong.
Kondisi ini sering membuat orang tua merasa frustrasi. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics, sekitar 20% bayi mengalami kolik selama 3 bulan pertama kehidupannya.
Untuk membantu mengatasi masalah ini, Mama bisa mencoba memberikan pijatan lembut di perut bayi dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Cara ini membantu merangsang pergerakan gas dalam usus sehingga bayi merasa lebih lega.
Selain itu, pastikan Mama juga membantu bayi bersendawa setelah menyusu untuk mencegah udara terperangkap di perut. Jika kolik terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain yang mendasarinya.
6. Bayi Mungkin Merasakan Kelelahan
Bayi yang terlalu lelah sering kali menjadi lebih rewel meskipun sudah digendong. Kelelahan pada bayi biasanya disebabkan oleh waktu tidur yang kurang atau stimulasi berlebihan di siang hari.
Bayi yang mengantuk cenderung kesulitan untuk tertidur dengan sendirinya, sehingga ia membutuhkan bantuan dari Mama untuk merasa lebih nyaman.
Untuk mengatasinya, pastikan jadwal tidur si kecil teratur dan cukup sesuai usianya. Bayi yang baru lahir biasanya membutuhkan waktu tidur hingga 16-18 jam sehari.
Gendong bayi dengan posisi nyaman sambil memberikan gerakan lembut seperti mengayun untuk membantunya tertidur. Menyanyikan lagu atau memperdengarkan suara menenangkan juga bisa menjadi solusi efektif untuk membantu bayi rileks.
7. Kesehatan Bayi Perlu Dicek
Mama, jika semua kebutuhan dasar si kecil sudah terpenuhi tetapi bayi tetap menangis saat digendong, mungkin ada masalah kesehatan tertentu yang menyebabkan rasa tidak nyaman.
Misalnya, infeksi telinga, ruam popok, atau demam bisa menjadi penyebab tangisan yang sulit dihentikan. Bayi belum bisa mengungkapkan rasa sakitnya secara verbal, sehingga mereka hanya bisa menangis untuk memberi tahu bahwa ada yang tidak beres.
Jika Mama mencurigai adanya masalah kesehatan, segera periksa tanda-tanda lain seperti demam, ruam, atau perubahan pada pola makan dan tidur bayi.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika tangisan bayi terasa tidak biasa atau berlangsung terlalu lama. Penanganan yang tepat akan membantu si kecil merasa lebih nyaman dan sehat.
Cara Menenangkan Bayi yang Rewel Saat Digendong
Nah, berikut beberapa cara yang bisa Mama coba untuk menenangkan bayi yang rewel saat digendong, dilengkapi dengan penjelasan ilmiah agar lebih meyakinkan.
1. Gunakan Teknik Menggendong yang Benar
Moms, posisi menggendong yang tepat sangat penting untuk kenyamanan bayi. Menggunakan gendongan ergonomis bisa menjadi solusi praktis karena selain mendukung postur tubuh bayi, gendongan ini juga membuat Mama lebih mudah bergerak.
Pilih gendongan yang menjaga tulang belakang bayi tetap sejajar dan mampu mendistribusikan berat badannya secara merata. Dengan begitu, si kecil akan merasa nyaman, sekaligus mengurangi tekanan pada punggung atau bahu Mama.
Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP), menunjukkan bahwa gendongan ergonomis dapat membantu bayi merasa lebih tenang karena memberikan rasa aman seperti saat berada di pelukan.
Pastikan juga kepala bayi berada dalam posisi yang aman dan tidak tertekuk, ya, Bunda. Jika posisi gendongannya sudah benar, Mama bisa sambil berjalan-jalan pelan atau menggoyangkan badan dengan ritme lembut untuk membuat bayi merasa lebih tenang.
2. Gunakan White Noise atau Musik Lembut
Tahukah, Bunda, bahwa suara-suara tertentu dapat bantu bayi merasa nyaman? White noise, seperti suara kipas angin, deburan ombak, atau suara hujan, dapat meniru lingkungan di dalam rahim yang pernah dialami si kecil. Suara ini membantu bayi merasa tenang dan lebih mudah tertidur.
Penelitian dari Journal of Pediatrics, menemukan bahwa bayi yang mendengar white noise dapat tidur lebih cepat dan lebih lama dibandingkan yang tidak.
Jika tidak memiliki white noise, Mama juga bisa memutar musik lembut atau bahkan menyanyikan lagu nina bobo untuk si kecil. Suara Mama sendiri memiliki efek menenangkan bagi bayi karena si kecil sudah familiar dengan suara tersebut sejak dalam kandungan. Jadi, jangan ragu untuk bernyanyi, meskipun hanya melodi sederhana, ya, Moms.
3. Manfaatkan Kontak Kulit-ke-Kulit
Bunda, kontak kulit-ke-kulit memiliki manfaat luar biasa untuk menenangkan bayi. Saat Mama dan bayi saling bersentuhan langsung, hormon oksitosin akan dilepaskan, yang dapat menurunkan tingkat kortisol (hormon stres) pada bayi.
Hal ini membuat si kecil merasa lebih tenang dan nyaman. Selain itu, kontak kulit-ke-kulit juga memperkuat ikatan emosional antara Mama dan si kecil.
Caranya, lepas pakaian bayi kecuali popoknya, lalu letakkan bayi di dada Mama sambil menutupinya dengan selimut lembut. Kehangatan tubuh Mama akan memberikan rasa aman, seperti saat bayi masih berada di dalam rahim.
Kontak ini sangat dianjurkan, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah kelahiran, karena juga membantu mengatur detak jantung dan suhu tubuh bayi.
4. Coba Teknik Membedong Bayi
Moms, membedong bayi dengan cara yang benar dapat menjadi solusi efektif untuk menenangkan si kecil. Membedong menciptakan perasaan seperti di dalam rahim, sehingga bayi merasa aman dan nyaman.
Namun, pastikan teknik membedong dilakukan dengan tepat. Jangan terlalu kencang agar bayi tetap bisa bernapas dengan baik dan memiliki ruang untuk menggerakkan kakinya secara alami.
Menurut International Journal of Pediatrics, bayi yang dibedong dengan benar cenderung lebih tenang dan tidur lebih nyenyak. Namun, Bunda perlu memantau reaksi bayi. Jika ia tampak tidak nyaman atau terus berusaha melepaskan bedongannya, mungkin ia lebih suka tidur tanpa dibedong.
Mitos dan Fakta Tentang Sering Menggendong Bayi
Katanya, bayi yang terlalu sering digendong akan menjadi manja dan tidak bisa lepas dari pelukan orang tuanya. Tapi, apakah benar demikian? Yuk, kita bahas lebih mendalam untuk meluruskan fakta di balik mitos ini berdasarkan penelitian yang valid.
1. Apakah Sering Menggendong Bayi Benar Membuat “Bau Tangan”?
Moms, perlu diketahui bahwa istilah “bau tangan” sebenarnya lebih berhubungan dengan persepsi daripada fakta ilmiah. Penelitian menunjukkan bahwa menggendong bayi tidak ada hubungannya dengan kebiasaan manja atau ketergantungan berlebihan.
Sebaliknya, bayi yang sering digendong justru lebih merasa aman dan nyaman, yang sangat penting untuk perkembangan emosional mereka.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics, sentuhan dan pelukan orang tua membantu menurunkan hormon stres (kortisol) pada bayi sekaligus memicu pelepasan hormon oksitosin yang memperkuat ikatan emosional antara bayi dan orang tua.
Jadi, Bunda tidak perlu ragu untuk sering menggendong si kecil. Bayi memiliki kebutuhan mendasar untuk merasa dilindungi dan dicintai, terutama di bulan-bulan awal kehidupannya.
Menggendong adalah cara alami untuk memberikan rasa aman tersebut, sekaligus menjadi waktu berkualitas yang sangat berarti bagi perkembangan bayi.
2. Mengapa Sering Menggendong Bayi Justru Menguntungkan?
Bunda, sering menggendong bayi sebenarnya memberikan banyak manfaat, baik secara fisik maupun emosional. Menggendong membantu bayi belajar mengenali suara, aroma, dan ritme napas orang tuanya, yang semuanya berkontribusi pada perkembangan kepercayaan diri dan perasaan aman.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics (AAP), bayi yang sering digendong cenderung lebih tenang, memiliki pola tidur yang lebih baik, dan lebih jarang menangis dibandingkan bayi yang jarang digendong.
Selain itu, menggendong bayi secara ergonomis juga bermanfaat untuk perkembangan fisik mereka. Misalnya, posisi tegak saat digendong dapat membantu mencegah masalah pencernaan seperti refluks.
Bunda juga dapat memanfaatkan waktu menggendong untuk berbicara atau bernyanyi kepada si kecil, yang akan membantu merangsang perkembangan otak dan kemampuan bahasanya. Jadi, menggendong bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi untuk masa depan si kecil.
Kesimpulan
Menggendong bayi adalah salah satu cara alami yang penuh kasih untuk memberikan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan emosional antara bayi dan orang tua.
Dekapan Mama tidak hanya membantu bayi merasa nyaman, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan emosional dan fisik mereka di masa awal kehidupan. Dengan memahami penyebab bayi rewel serta menerapkan solusi yang tepat, Mama bisa membantu si kecil merasa lebih tenang.
Jadi, jangan ragu untuk sering menggendong si kecil. Sentuhan dan pelukan Mama adalah tempat teraman yang selalu dicari oleh bayi. Nikmati setiap momen bersama si kecil, karena kehangatan pelukan Mama akan menjadi kenangan berharga bagi keduanya.
Nah, selain membahas alasan kenapa bayi rewel digendong ibunya. Tentu juga, Moms perlu memperhatikan salah satu perlengkapan tidur bayi terbaik yang sangat direkomendasikan bagi bayi kesayangan anda, Bantal Bayi Anti Peyang Baby CloudFoam, solusi sempurna untuk memastikan kepala bayi tetap bulat sempurna.
Dirancang desain ergonomis dan bahan organik yang lembut, bantal ini memberikan dukungan optimal bagi kepala bayi Bunda. Selain itu, Bantal Ajaib Kesehatan Bayi ini juga dapat membantu meminimalisir resiko kematian bayi dini.
Jangan biarkan kepala bayi tetap peyang terlalu lama, berikan yang terbaik untuk si kecil dengan Baby CloudFoam ! Dapatkan Ekstra Bonus Promo Bundling untuk Pembelian Hari Ini Terbatas. Bunda juga bisa berkunjung ke halaman Go Shopping atau chat order via WhatsApp Official dengan Customer Service terbaik kami dengan klik di sini.



