Stimulasi Bayi : Pengertian Stimulasi Bayi dan Tahapannya

Penting bagi Moms untuk mengetahui tentang stimulasi yang akan membantu perkembangan otak anak. Dengan stimulasi juga  membantu akan membantuk kemampuan motorik anak berkembang dengan baik sehingga anak mampu untuk melakukan berbagai hal nantinya. maka, stimulasi penting Moms lakukan.

Pengertian Stimulasi Pada Bayi

Stimulasi merupakan serangkaian kegiatan interaktif antara orang tua dengan anak. Biasanya orang tua akan memberikan rangsangan yang positif untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Moms dapat melakukan stimulasi sejak dalam kandungan. Dengan melakukan stimulasi sejak dini diharapkan dapat membantu kemampuan bayi dalam berinteraksi nantinya.

Dengan stimulasi bayi orang tua akan mengetahui bagaimana emosional anak, cara berekspresinya, anak juga akan mudah untuk melakukan interaksi di lingkungan sekitar. Orang tua juga bisa membantu untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki oleh si kecil secara optimal. Sehingga ada berbagai manfaat yang bisa Moms dapatkan jika menerapkan stimulasi pada bayi.

Tahapan Stimulasi Bayi

1.     Stimulasi Usia 0-4 Bulan

Mulai memberikan stimulasi motorik dengan menstimulasi anak menggunakan suara dan bunyi, mengarahkan pandangan mata, mengenali ibu, hingga meraih benda. Cara menstimulasikannya dengan mengajak anak berbicara, tersenyum, mendengarkan musik, memberikan kasih sayang ibu, dan memberikan benda dengan warna menarik seperti mainan bayi.

2.     Stimulasi Usia 4-6 Bulan

Bayi akan mulai tengkurap dan aktif mengeluarkan kata-kata. Untuk menstimulasikannya Moms bisa menggerakkan benda seperti mainan bayi digerakkan ke kanan maupun ke kiri. Moms juga bisa memberikan mainan yang memiliki warna menarik dengan ukuran agak besar dibandingkan mainan sebelumnya.

3.     Stimulasi Usia 6-12 Bulan

Anak akan mulai belajar untuk duduk, mulai berdiri dan berjalan perlahan, dan bayi akan menirukan suara yang didengarnya. Cara stimulasinya bisa mengajarkan anak untuk memegang  benda kecil seperti mainan, mengajak anak berbicara lebih sering, membacakan cerita setiap harinya, dan mengajarkan anak untuk membereskan mainannya sendiri sambil bernyanyi.

4.     Stimulasi Usia 12-18 Bulan

Bayi akan mulai berjalan dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Bahkan bayi juga mulai bisa menyusun mainan. Maka, stimulasinya Moms perlu mengenalkan setiap permainan dan hal positif yang ingin diketahuinya.

5.     Stimulasi Usia 2-3 Tahun

Anak akan menjadi lebih aktif. Anak mulai gemar bermain, mencoret-coret, dan berbagai hal dilakukannya sendiri. Moms bisa menstimulasi anak dengan mengajarkan berbagai kosakata baru dan menyusunnya menjadi kalimat, mengajarkan untuk berinteraksi dengan teman seusia, mengajari anak menggambar, dan lainnya.

Itulah beberapa hal mengenai pengertian stimulasi bayi dan tahapannya sesuai dengan usia si kecil. Dengan stimulasi bayi sejak dini dapat mendukung perkembangan si kecil lebih cepat dan baik. Penting untuk Moms ingat jika setiap anak memiliki kecepatan berkembang yang berbeda. Sehingga Moms harus bisa menyesuaikan stimulasi yang dibutuhkan oleh anak.

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *